Peran orang tua dalam mendidik anak
Seorang anak bernama Jefri yang duduk di bangku sekolah dasar saat sepulang sekolah dengan baju terkoyak dan tangan berdarah sambil menangis dan disambut kaget oleh orang tuanya. Si ibu bertanya pada anaknya, " kamu kenapa nak... kok bisa begini? siapa yang sudah melakukan ini? kamu berantem ya?" si anak malah terus menangis dan menahan perih di tangannya yang terluka. Si anak menjawab, "Si Ale bu, dia tadi mainin penggaris dan di pukulin ke aku bu.. kayak di tipi itu.. huhuhu....." si ibu langsung geram dan marah akibat perlakuan Ale anak tetangganya itu. langsung deh si ibu datang ke rumah Ibu Mona orang tuanya Ale. sampe di rumah Ale Ibu Aris orang tuanya jefri melabrak Ibu Mona di rumahnya. Dan, terjadilah hal yang sudah kita bayangkan, dimana Ibu-Ibu kalo udah perang kondisinya gimana. Turun tanganlah para Suami, Untung para suami cepat melerai dan mendamaikan situasi dan kondisi. Para tetangga dengan setia menonton siaran langsung ini.
yah, begitulah cerita nyata kisah Ale dan Jefri korban dari situasi dan kondisi sekarang ini. jika dilihat dari permasalahannya, hal ini sebenarnya di picu oleh sikap perubahan seorang anak dari balita ke anak-anak. dalam kondisi seperti ini anak-anak dipengaruhi oleh lingkunagn eksternal. dimana dalam lingkungan ini anak-anak cepat sekali berinteraksi. Hal pertama yang menyebabkan anak seperti ini adalah faktor lingkungan keluarga yang kurang memperhatikan sikap dan perubahan si anak yang terus berkembang. Apalagi sikap keingintahuan anak-anak pada usia tersebut sangat tinggi.
Contohnya saja, adegan yang ia lihat di televisi seperti perang, berantem, pukul dan tindakan kekerasan lainnya. hal ini langsung terekam dalam memori otak kanan dan kirinya. tak heran jika ia ingin langsung mempraktekkan adegan tersebut ke sesama temannya. harusnya disini peran orang tua harus besar dalam mengikuti perkembangan anaknya, orang tua dituntut untuk berperan aktif membimbing anaknya dan mengarahkan anaknya ke hal-hal yang bermanfaat. seperti olah raga dan mengajak mereka ke toko buku, perpustakaan daerah dan atau ke area bermain. hal ini lebih bermanfaat ketimbang mengajak mereka ke mall dan membelikan mereka mainan seperti pedang-pedangan, atau pistol mainan dan sebagainya.
menurut saya, anak usia 1-10 tahun disaat usia balita menuju masa anak-anak peran orang tua sangat penting mengontrol perilaku mereka. misal, anak di usia tersebut jangan di belikan mainan yang berbau kekerasan seperti pedang, pistol dan lainnya. kalaupun ada totonan anak-anak yang berbau perkelahian seperti tokoh idola anak-anak sebaiknya di temani oleh orang tuanya. dan alihkan keninginan mereka untuk memiliki benda-benda tersebut seperti hero mereka di TV dengan memberikan pengertian kepada mereka. kemudian arahkan mereka untuk berbuat lebih baik dan mengajarkan mereka dari awal cara menjaga lingkungan dengan megajak mereka jalan-jalan sore dan tanamkan dari dini sikap saling menghargai dan mnghormati sesama. ajak mereka bermain di arena outbond atau ke pustaka dan berikan tantangan menarik buat mereka agar mereka bisa berfikir.
yah, begitulah cerita nyata kisah Ale dan Jefri korban dari situasi dan kondisi sekarang ini. jika dilihat dari permasalahannya, hal ini sebenarnya di picu oleh sikap perubahan seorang anak dari balita ke anak-anak. dalam kondisi seperti ini anak-anak dipengaruhi oleh lingkunagn eksternal. dimana dalam lingkungan ini anak-anak cepat sekali berinteraksi. Hal pertama yang menyebabkan anak seperti ini adalah faktor lingkungan keluarga yang kurang memperhatikan sikap dan perubahan si anak yang terus berkembang. Apalagi sikap keingintahuan anak-anak pada usia tersebut sangat tinggi.
Contohnya saja, adegan yang ia lihat di televisi seperti perang, berantem, pukul dan tindakan kekerasan lainnya. hal ini langsung terekam dalam memori otak kanan dan kirinya. tak heran jika ia ingin langsung mempraktekkan adegan tersebut ke sesama temannya. harusnya disini peran orang tua harus besar dalam mengikuti perkembangan anaknya, orang tua dituntut untuk berperan aktif membimbing anaknya dan mengarahkan anaknya ke hal-hal yang bermanfaat. seperti olah raga dan mengajak mereka ke toko buku, perpustakaan daerah dan atau ke area bermain. hal ini lebih bermanfaat ketimbang mengajak mereka ke mall dan membelikan mereka mainan seperti pedang-pedangan, atau pistol mainan dan sebagainya.
menurut saya, anak usia 1-10 tahun disaat usia balita menuju masa anak-anak peran orang tua sangat penting mengontrol perilaku mereka. misal, anak di usia tersebut jangan di belikan mainan yang berbau kekerasan seperti pedang, pistol dan lainnya. kalaupun ada totonan anak-anak yang berbau perkelahian seperti tokoh idola anak-anak sebaiknya di temani oleh orang tuanya. dan alihkan keninginan mereka untuk memiliki benda-benda tersebut seperti hero mereka di TV dengan memberikan pengertian kepada mereka. kemudian arahkan mereka untuk berbuat lebih baik dan mengajarkan mereka dari awal cara menjaga lingkungan dengan megajak mereka jalan-jalan sore dan tanamkan dari dini sikap saling menghargai dan mnghormati sesama. ajak mereka bermain di arena outbond atau ke pustaka dan berikan tantangan menarik buat mereka agar mereka bisa berfikir.














0 Comments:
Posting Komentar
<< Home