Jumat, 20 November 2009

Fenomena Ramalan 2012

berita akhir akhir ini yang sangat fenomenal sekali. yah, apalagi kalau bukan fenomena 2012. sampai-sampai berita luar negri menyebutkan ada bunuh diri yang dilakukan oleh sejumlah orang karena paranoid terhadap isu bencana besar tersebut. kita sebagai orang yang beriman, pasti yakin akan hari akhir. memang itu sudah ada di dalam al Qur'an. tapi bagaimana kita menyingkapi isu tersebut?. ibaratkan saja hari kiamat sedetik lagi, begitulah persiapkan diri kita. kenapa mesti 2012 yang di takuti. dunia ini tidak abadi, apapun yang kita miliki tak abadi. cuma diri kitalah yang akan kita bawa sendiri tanpa ada harta, saudara, anak, suami atau istri. maka perbanyaklah berbuat kebaikan, beramal soleh, hormati orang tua, santuni orang miskin, anak yatim, janda tua dan sebagainya.

bagi yang merasa telah salah melangkah, kembalilah ke jalan yang benar... bagi yang kaya dan kurang memberikan sedekah, sedekahkanlah harta kita di jalan Allah swt untuk mencari keridhoanNya. bagi yang telah menzalimi saudara kita sesama muslim, ingatlah bahwa Allah Swt maha Mengetahui...

Kiamat



Disaat sangkakala ditiupkan...
Ketika gunung-gunung memuntahkan isinya...
Ketika langit terbelah dan runtuh...
Ketika bumi diguncangkan dengan guncangan yang dasyat...
Ketika bintang-bintang berjatuhan...
Ketika itu manusia tertunduk dan bertanya, apa yang terjadi di bumi...
Bumi dan isinya bagaikan kapas yang berterbangan
Tak ada tempat berlindung
Tak ada yang dapat membantu...
Selain Allah swt...
Karena kita pasti akan kembali pada Nya...
Ingatlah wahai manusia, berbuat baiklah, dan beramal saleh selama masih hidup di dunia...
Karena dunia adalah tempat kita untuk mencari berkah di akhirat...
Dunia ini adalah fatamorgana...
Sementara...
take on the holy of Alquran

Sabtu, 14 November 2009

Peran orang tua dalam mendidik anak

Seorang anak bernama Jefri yang duduk di bangku sekolah dasar saat sepulang sekolah dengan baju terkoyak dan tangan berdarah sambil menangis dan disambut kaget oleh orang tuanya. Si ibu bertanya pada anaknya, " kamu kenapa nak... kok bisa begini? siapa yang sudah melakukan ini? kamu berantem ya?" si anak malah terus menangis dan menahan perih di tangannya yang terluka. Si anak menjawab, "Si Ale bu, dia tadi mainin penggaris dan di pukulin ke aku bu.. kayak di tipi itu.. huhuhu....." si ibu langsung geram dan marah akibat perlakuan Ale anak tetangganya itu. langsung deh si ibu datang ke rumah Ibu Mona orang tuanya Ale. sampe di rumah Ale Ibu Aris orang tuanya jefri melabrak Ibu Mona di rumahnya. Dan, terjadilah hal yang sudah kita bayangkan, dimana Ibu-Ibu kalo udah perang kondisinya gimana. Turun tanganlah para Suami, Untung para suami cepat melerai dan mendamaikan situasi dan kondisi. Para tetangga dengan setia menonton siaran langsung ini.

yah, begitulah cerita nyata kisah Ale dan Jefri korban dari situasi dan kondisi sekarang ini. jika dilihat dari permasalahannya, hal ini sebenarnya di picu oleh sikap perubahan seorang anak dari balita ke anak-anak. dalam kondisi seperti ini anak-anak dipengaruhi oleh lingkunagn eksternal. dimana dalam lingkungan ini anak-anak cepat sekali berinteraksi. Hal pertama yang menyebabkan anak seperti ini adalah faktor lingkungan keluarga yang kurang memperhatikan sikap dan perubahan si anak yang terus berkembang. Apalagi sikap keingintahuan anak-anak pada usia tersebut sangat tinggi.

Contohnya saja, adegan yang ia lihat di televisi seperti perang, berantem, pukul dan tindakan kekerasan lainnya. hal ini langsung terekam dalam memori otak kanan dan kirinya. tak heran jika ia ingin langsung mempraktekkan adegan tersebut ke sesama temannya. harusnya disini peran orang tua harus besar dalam mengikuti perkembangan anaknya, orang tua dituntut untuk berperan aktif membimbing anaknya dan mengarahkan anaknya ke hal-hal yang bermanfaat. seperti olah raga dan mengajak mereka ke toko buku, perpustakaan daerah dan atau ke area bermain. hal ini lebih bermanfaat ketimbang mengajak mereka ke mall dan membelikan mereka mainan seperti pedang-pedangan, atau pistol mainan dan sebagainya.

menurut saya, anak usia 1-10 tahun disaat usia balita menuju masa anak-anak peran orang tua sangat penting mengontrol perilaku mereka. misal, anak di usia tersebut jangan di belikan mainan yang berbau kekerasan seperti pedang, pistol dan lainnya. kalaupun ada totonan anak-anak yang berbau perkelahian seperti tokoh idola anak-anak sebaiknya di temani oleh orang tuanya. dan alihkan keninginan mereka untuk memiliki benda-benda tersebut seperti hero mereka di TV dengan memberikan pengertian kepada mereka. kemudian arahkan mereka untuk berbuat lebih baik dan mengajarkan mereka dari awal cara menjaga lingkungan dengan megajak mereka jalan-jalan sore dan tanamkan dari dini sikap saling menghargai dan mnghormati sesama. ajak mereka bermain di arena outbond atau ke pustaka dan berikan tantangan menarik buat mereka agar mereka bisa berfikir.


Trik-Tips Blog Add to Plusmo Add to Google Reader or Homepage Add to The Free Dictionary Add to netomat Hub Receive IM, Email or Mobile alerts when new content is published on this site. Add to Technorati Favorites Add TAMBO PITUAH to ODEO

Powered by FeedBurner

Add to Technorati Favorites

Website counter

Locations of visitors to this page

The WeatherPixie

BlogFam Community Blog Advertising Adventure Travel Tales and Tips
Read the exciting tales and get the tips from experienced long-time travelers. Don't think adventure travel is not your thing. Consider their motto: "Adventure Travel is a way of life, once you've discovered it".

all about social, technology,sport and travel for enriching your information need