Jumat, 17 April 2009

Anda Penggemar Sosis?

Bagi anda penggemar sosis tak perlu takut lagi dengan kandungan zat kimia dan pengawet yang terkandung didalamnya. karena sosis buatan saya bebas bahan pengawat dan aman di konsumsi oleh keluarga anda, saya ingin berbagi resep ini dengan anda penggemar sosis dan hobi masak untuk suami tercinta dan si buah hati di rumah...

Bahan utamanya adalah daging has dalam yang di haluskan/digiling
Daging yang telah digiling dicampurkan dengan tepung kedelai dan sedikit tepung tapioka.
Kemudian tambahkan es batu secukupnya.
Jangan lupa tambahkan bumbu-bumbu yang telah dihaluskan yang terdiri dari garam, bawang putih, jahe kemiri, merica, ketumbar dan jintan.
Aduk jadi satu hingga tepung dan bumbu benar-benar tercampur jadi satu.

Adonan sosis yang telah tercampur dimasukkan kedalam cetakan sosis yang terbuat dari kolagen yang dapat dikonsumsi atau bisa juga menggunakan usus sapi. kemudian sosis direbus dalam air mendidih lebih kurang 1/2 jam.
Sosis siap dikonsumsi...

Selamat mencoba.....

Caleg, Kok.......???

weleh weleh....ck...ck..ck...!!! begitulah tanggapan saya ketika mendengar kabar caleg pemilu legislatif kemaren.. pada saat pemilu akan dilangsungkan dan bahkan tengah berlangsung ada saja oknum caleg dan bahkan tim suskses dari caleg tersebut yang malakukan pelanggaran politik. Money politic masih erat dan kental mewarnai perpolitikan jagad raya ini... secara langsung calegnya memberikan "amplop" kepada warga yang kan menyontreng.. dan bahkan ada tim suksesnya yang melakukan berbagai cara biar calegnya mendapatkan banyak suara dalam pemilu legislatif kemaren..

Dan pada pasca pemilu kemaren pun ada-ada aja informasi yang kita dengar bahwa banyak caleg yang stress, meninggal dunia dan bahkan pesta miras karena kenyataan di lapangan tidak seperti yang mereka bayangkan... Astagfirullah....

Dari masalah ini, saya sangat sedih sekali... kenapa calon pemimpin negeri ini begitu lemah dan gampangnya terombang ambing dan tidak memiliki keimanan dan ketakwaan... bukankah ini dasar bagi pembentuk watak dan mental bagi para pemimpin... bagaimana negri ini akan tenang, akan jaya dan akan makmur kalau awalnya saja sudah salah menjalani roda perpolitikan.... bagaimana menghadapi masalah yang besar kalau masalah kecil saja sudah putus asa.. dan bagaimana menghadapi negara ini dengan berjuta masalah yang herus dihadapi, mengatasi masalah diri sendiri saja sudah stress... pantas saja banyak para wakil rakyat yang terlibat kasus-kasus yang dapat mencoreng nama baik pemerintahan. Apa sih niat para caleg ini untuk mencalonkan dirinya sebagai wakil rakyat??? hanya sekedar ikut-ikutan, atau pengen terkenal, atau pengen mendapatkan kursi panas di legislatif atau memang benar-benar memperjuangkan aspirasi rakyat kita ini...???

Saya jadi ingat lagunya Iwan Fals... "wakil rakyat, seharusnya merakyat,......." memang lagu ini seharusnya perlu didengarkan lagi oleh kita yang ingin mencalonkan diri jadi wakil rakyat.. biar kita mengerti dan memahami menjadi wakil rakyat itu bukan mencari kesengan, tapi mengemban amanat dari rakyat kepada kita, dan tanggung jawabnya adalah dunia akhirat.... ingat dosa ingat mati...dijamin tidak ada lagi kasus2 aneh2 yang kita dengan di lembaga pemerintahan ini.

Dan satu lagi, menurut saya untuk terjun ke dunia politik haruslah individu yang memiliki bibit, bebet dan bobot. Maksudnya disini dia haruslah memiliki latar belakang yang baik, memiliki IMTAQ dan memiliki IPTEK, jadi bukanlah individu yang asal-asalan. Jadi mentang2 berduit bisa saja terjun ke parpol dan mencalonkan diri menjadi caleg... alhasil waktu pas duduk di kursi panas kebanyakan melompom, atau malah adu jotos saat sidang berlangsung... hanya minoritas yang benar2 memperjuangkan aspirasi rakyat... inilah contoh potret lembaga pemerintahan kita... Liahatlah dengan mata dan hati rakyat menanti dengan penuh harap negara ini dapat menjadi lebih baik lagi...

Rabu, 15 April 2009

Voting Behavior in Election

Saya sangat sependapat dengan Uda Hen yang menulis tentang kebingungan masyarakat pada saat pemilu kemaren. berdasarkan hasil pantauan saya di berbagai media, sangat sesuai sekali dgn dugaan dan pemikiran saya selama ini.. sistem pemilu yang sekarang ini membingungkan sekali. apalagi bagi para pemilih tetap yang udah lansia misalnya, mereka harus membuka surat suara yang lebar, mencari partai politiknya yang terdiri dari puluhan partai...belum lagi mencari caleg yang dalam satu partai hampir ada sekitar belasan orang...alhasil kebanyakan pemilih dibantu menyontreng oleh orang lain atau petugas di TPS.. dan isu yang didapatkan banyaknya terjadi kecurangan2, kesalahan2 yang sistematis yang terjadi saat pemilu legislatif kemaren. seperti adanya surat suara yang telah tercontreng, tertukarnya surat suara antar TPS, surat suara hilang dan masih adanya warga yang tidak terdaftar, dan lain sebagainya.

saya rasa pemilu dgn sistem seperti ini kurang efektif... demokrasi yang kita terapkan juga seharusnya juga mesti efektif dan efisien agar kesuksesan pemilu itu sendiri dapat terwujudkan. dari latar belakang ilmu politik yang saya miliki, sistem pemilu tiga partai di era orde baru memang ada kekurangan dan kelebihan, kelebihannya masyarakat tidak bingung melihat, menilai dan mengamati visi dan misi dari ketiga parpol. tapi kekurangannya masyarakat tidak bisa memilih langsung presiden mereka.. untuk menegakkan demokrasi memang kita perlu meninjau lagi efektifitas dan efisiensi dari partai politik itu sendiri. menurut saya KPU dan pemerintah perlu melihat lagi dan meninjau kembali permasalahan ini. saran saya perlunya kita mengerucutkan partai politik, koalisi politik yang dilakukan antar partai membuat gap2 politik antar parpol. pemilu bukan bertujuan untuk membuat gap politik, tetapi saling bekerjasama, mendukung visi dan misi dan menyatukan perbedaan visi dan misi itu lewat komunikasi politik antar parpol dan membentuk koalisi yang sehat untuk memikirkan nasib bangsa ini kedepan.. yang saya lihat bukannya koalisi yang sehat, tapi persaingan antar gap..

Dari hasil voting behavior (prilaku memilih) masyarakat, baik pemilih pemula dan pemilih tetap adalah lebih cendrung memilih partai yang jelas visi dan misinya, tidak menggumbar janji, bagaimana latar belakang caleg, dan capresnya.. lucunya, (maaf) ada kasus yang terjadi di TPS masyarakat tidak tau mereka memilih calegnya saat pemilu legislatif kemaren, karena selama ini caleg tersebut tidak pernah dikenal dan nongol dan tidak pernah terlibat secara sosial langsung dgn masyarakat, tiba2 udah menjadi caleg di salah satu partai, dan akhirmnya pemilih tersebut menyontreng partainya saja, bukan calegnya.

saya berharap pemilu adalah ajang untuk menjembatani aspirasi rakyat. mari kita utamakan kepentingan rakyat.. Negeri Indonesia butuh figur pemimpin yang dewasa, merakyat sperti tokoh2 pada zaman era orde lama seperti Hatta, Syahrir, bung Tomo dan banyak lagi pemikir2 lain di era tersebut... jika kita bersatu dominasi barat mungkin tak heran jika dia mulai membuka matanya pada Indonesia, tanpa memandang kita sebelah mata lagi.


Trik-Tips Blog Add to Plusmo Add to Google Reader or Homepage Add to The Free Dictionary Add to netomat Hub Receive IM, Email or Mobile alerts when new content is published on this site. Add to Technorati Favorites Add TAMBO PITUAH to ODEO

Powered by FeedBurner

Add to Technorati Favorites

Website counter

Locations of visitors to this page

The WeatherPixie

BlogFam Community Blog Advertising Adventure Travel Tales and Tips
Read the exciting tales and get the tips from experienced long-time travelers. Don't think adventure travel is not your thing. Consider their motto: "Adventure Travel is a way of life, once you've discovered it".

all about social, technology,sport and travel for enriching your information need